Polisi mengungkap kondisi remaja yang membunuh satu keluarga saat ditahan di Penajam Paser Utara.

GOODNEWS JAKARTA – Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) AKBP Supriyanto menanggapi video yang menceritakan pelaku pembunuhan sebuah keluarga berinisial J (17 tahun) yang dipukuli tahanan lainnya. Video ini sedang viral di media sosial (medsos).

Video mengharukan itu memperlihatkan seorang pria bernama J. Pria bernama J itu bertelanjang dada dan terdapat luka lebam di wajah dan badan. Meski demikian, Supriyanto mengatakan kondisi kesehatan J baik.

“Rezim ini (Faktor J) bagus ya, tidak ada yang salah,” kata Supriyanto saat dikonfirmasi GoodNews Minggu (2 November 2024).

Supriyanto membenarkan, J tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan selama berada di balik jeruji besi. Supriyanto mengatakan, J dipisahkan dari narapidana lainnya.

“Saya langsung cek kondisinya baik, tidak ada tanda-tanda kekerasan, karena kami sendirian, tidak ikut yang lain” kata Supriyanto.

Supriyanto lebih lanjut mengimbau kepada penonton untuk tidak menjadikan video tersebut bersifat provokatif. Seorang atasan pun meminta bawahannya mempelajari video tersebut.

“Saat ini kami sedang menyelidiki pembuat video ini dan motifnya. Mungkin untuk memprovokasi masyarakat,” kata Supriyanto.

J diduga menjadi tersangka kasus pembunuhan keluarga di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Seorang remaja yang masih bersekolah di SMK menyerang secara brutal lima tetangganya yang berhuruf W (34 tahun), SW (33), RJS (14), VDS (10) dan ZAA (2,5).

Sebelum membunuh lima orang dalam satu keluarga, menurut Supriyanto, tersangka adalah J yang berniat atau berniat memperkosa korban berinisial RJS.

Diketahui saat korban sedang minum-minum bersama temannya. RJS mungkin pernah menjalin hubungan romantis dengan korban, namun berakhir. Diduga tersangka tak terima korban punya kekasih baru.

Pelaku diadili sebagai tersangka karena melakukan tindak pidana sadis dan mendapat sanksi tegas berdasarkan § 340 KUHP, § 338 KUHP, § 365 KUHP. § 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak bersama dengan § 76 c UU Perlindungan Anak terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup..

Leave a Comment