Tragisnya, Seorang Siswa SMK Kebumen Tewas Tertimpa Baliho Caleg

Dua mahasiswa profesional di Kebumen mengalami kejadian tragis saat menemukan baliho calon anggota parlemen. Akibatnya, salah satu dari mereka meninggal.

Korban meninggal dalam kejadian ini berinisial SA, gadis 18 tahun asal Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor. Korban luka ringan berinisial SI, gadis 19 tahun asal Desa Kenteng, Kecamatan Sempor.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu (1 Oktober) sekitar pukul 14.30 WIB. Tempatnya di sepanjang jalan Kebumen-Banyumas, kanan Alang-Alang Amba sampai di Desa Sidomulyo, Kecamatan Karanganyar, Kebumen.

Sebuah insiden yang melibatkan dua mahasiswa profesional menjadi berita populer minggu ini. Sabtu (20 Januari 2024).

Korban tertimpa baliho yang tertiup angin
Heru mengatakan, saat itu dua orang korban sedang mengendarai sepeda motor yang melaju dari arah timur ke barat. Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba angin mendapat hempasan kampanye yang menjatuhkan dan menerpa kedua korban yang berada di dalam mobil. Akibatnya, keduanya menjadi korban.

“Saat terjatuh, helm pengendara sepeda motor terjatuh sehingga mengakibatkan trauma kepala parah karena membentur beton jalan,”; kata Heru dalam keterangannya

Polisi segera menangani kejadian tersebut dan korban meninggal pun dimakamkan. Heru mengatakan, penyelidikan masih berjalan dan polisi juga berkoordinasi dengan Bawaslu.

Bawaslu berbicara. Sebelumnya, polisi Bawaslu menyisir lokasi tersebut namun tidak melihat adanya baliho yang terpasang.

“Kami menemukan APK sejak 31/12/2023. Setelah diperiksa, APK belum ada dalam daftar kami. Kami melalui PKD (Panitia Pemantau Pemilu Kelurahan/Desa) setiap hari memeriksanya, termasuk APK yang melanggar.” Ternyata sebelum kejadian, APK tersebut tidak ada,” ujarnya. Imam mengatakan, Jumat (1/12)

Imam menjelaskan, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah baliho tersebut benar atau tidak. bukti pelanggaran atau tidak. Apalagi pascakecelakaan tersebut, baliho tersebut sudah tidak ada lagi saat pengecekan lokasi.

“Kami masih belum tahu (ada pelanggaran atau tidak) karena tidak ada dalam daftar kami, sebelum kejadian juga kami selidiki dan sebelumnya tidak ada. Artinya pelanggaran atau tidak. tidak, kami belum tahu pengaturannya seperti apa.” Kami belum bisa memastikannya karena saat kami ke TKP, baliho tersebut hilang,” jelasnya.

Imam menambahkan, polisi masih perlu berkoordinasi dengan Bawaslu untuk menyelesaikan kasus tersebut. Kecelakaan telah dilaporkan sebelumnya dan tidak ada tindakan yang diambil.

Imam mengatakan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu mengeluarkan imbauan tertulis kepada seluruh peserta pemilu.

“Bahwa ada laporan kejadian tersebut, maka kami langsung mengecek tempatnya. Tidak ada tindak lanjut apakah itu pelanggaran atau tidak, salah siapa dan sebagainya, itu murni wilayah hukum instansi tersebut. polisi lalu lintas,” ujarnya. dia menambahkan.

“Untuk Bawaslu lihat alat kampanye ini. Bawaslu melayangkan imbauan kepada peserta pemilu untuk memasang APK dengan kategori pelanggaran disiplin,” ujarnya. Lanjutnya.

Polisi jelaskan noda darah di
Polisi selidiki kecelakaan sepeda motor di Kebumen yang menewaskan seorang mahasiswa profesi. Belum diketahui apakah ada kendaraan lain yang terlibat dan korban terseret.

Sejumlah netizen mengomentari kejadian tersebut di media sosial, antara lain bercak darah dalam jumlah besar dan panjang di jalan serta informasi tabrakan korban dengan mobil. juga ada di kolom komentar akun @polreskebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Albertus Recky Robertho mengatakan, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah itu mobil dan korban diseret. Investigasi di tempat kejadian tidak menemukan bukti adanya tabrakan dengan mobil.

“Belum bisa dipastikan apakah mobil tersebut tersangkut disana dan diderek. Berdasarkan olah TKP tidak ada tabrakan dengan mobil tersebut,” ujarnya.

“Kami sepakat dengan Bawaslu untuk memasang mobil tersebut. . papan reklame Mumpung masih kita selidiki gan,” dia menambahkan.

Lanjutnya, pihaknya juga masih memeriksa saksi-saksi. Oleh karena itu, belum dapat disimpulkan apakah korban mengalami luka tunggal.

“danquot;Kami juga menginterogasi saksi-saksi. Jadi saya tidak berani berkata apa-apa,” jelas Kapolres.

Kasatlantas Polres Kebumen, AKP Koyim menambahkan, terkait noda darah yang terlihat di TKP, memang darah korban yang menginjak ban kendaraan yang lewat, menyisakan cukup banyak. bekas luka

“Ini adalah bekas darah yang menempel pada ban kendaraan yang melintas,”; kata Koyim.

Leave a Comment