Pangdam membicarakan pembubaran setelah KNPB melakukan provokasi serius terhadap Jenazah Lukas Enembe.

Jayapura – Pangdam Izak turut angkat bicara soal keimigrasian di Indonesia. Kapolres Izak pertama kali menjelaskan, permasalahan yang terjadi saat pelepasan jenazah Lukas Enembe disebabkan oleh penyusup. Menurutnya, para penyusup tersebut berupaya membuat kekacauan di Papua. “Kemarin ada kemajuan karena tim angkut jenazah dari Sentani ke Khoya disusupi pihak-pihak yang berharap menimbulkan masalah bagi masyarakat Papua. Mayjen Izak berbicara kepada wartawan di Kota Jayapura, Jumat (29 Desember 2023).

Ia juga secara terbuka menyatakan bahwa pelaku kerusuhan adalah anggota KNPB dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Akibatnya kekerasan pun terjadi dan para perusuh membakar tempat tersebut. “Tapi di belakang mereka ada preman. Mereka anggota KNPB dan ULMWP yang membakar banyak rumah dan mobil.” Izak menjelaskan, kedua organisasi inilah yang berada di balik aktivitas anarkis di Papua. Sebab organisasi ini ingin Papua merdeka dan lepas dari Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI). “Dan saya akan klarifikasi dan bertanya kepada mereka yang mengatakan tidak ada Papua merdeka”; kata Izak.

Menurut Izak, hingga saat ini kedua organisasi tersebut berlindung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Padahal, kata dia, PBB telah menutup pintu deportasi atau deportasi. PBB memutuskan untuk menghapuskan Papua pada tanggal 1 Mei 1963. Tim 100 sudah mengecek area tersebut, jadi ditutup. “Ini semua gila,” katanya. Jenderal TNI bintang dua itu mengatakan, kedua organisasi tersebut membeli informasi tentang Papua yang merdeka. Padahal, kata dia, tujuannya untuk memotivasi organisasi demi kepentingannya sendiri. “Saya mengimbau masyarakat tidak kecewa dengan kejadian ini. “Apa yang mereka jual benar-benar bodoh, padahal itu demi kepentingan terbaik semua orang,” katanya. Dia menjelaskan Danrem 172/PWY sebelumnya menyatakan Papua adalah bagian dari Indonesia. Hak ini jelas bagi PBB. “Kewenangan Papua sudah jelas. Papua adalah Indonesia. Jangan lagi. Tidak ada hal seperti itu di PBB, ia diciptakan oleh faksi-faksi yang mengaku demikian. “Bukan apa-apa, semuanya omong kosong,” tutupnya.

Leave a Comment