Singapura dan Berhantudan Pada versi JN.Satu, warga diminta menggunakan kembali masker di tempat umum

Kasus COVID-19 di Singapura meningkat 3 menjadi 9 menjadi 56.043 dalam sepekan. pada bulan Desember, meningkat 75 persen dari minggu lalu sebanyak 32.035 kasus. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) kini meminta masyarakat untuk kembali memakai masker di tempat keramaian, meski warganya tidak sedang sakit.

Menyusul peningkatan jumlah pasien rawat inap akibat COVID-19, Kementerian Kesehatan mengumumkan akan membuka 10 fasilitas perawatan COVID-19 lagi di Singapore Exhibition Centre akhir pekan ini. Mereka berencana menambah jumlah tempat tidur untuk pasien COVID-19.

“Untuk mempertahankan kapasitas layanan kesehatan kami, Departemen Kesehatan telah bekerja sama dengan rumah sakit umum untuk menerapkan perencanaan darurat, termasuk memastikan kecukupan tenaga kerja dan menunda pilihan non-darurat untuk memaksimalkan kapasitas tempat tidur untuk kasus-kasus darurat yang memerlukan perawatan darurat,” kata Departemen Kesehatan. . . , seperti dikutip The Star pada Senin (18/12/2023). Rata-rata tingkat rawat inap meningkat dari 225 pasien menjadi 350 pasien per hari pada minggu lalu.

Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Singapura disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain melemahnya imunitas masyarakat serta meningkatnya mobilitas dan interaksi masyarakat di akhir tahun.

Peningkatan kasus juga disebabkan oleh subvarian Omicron JN.1 COVID-19, yang merupakan turunan atau sublineage dari subvarian Omicron BA.2.86 yang saat ini menyumbang lebih dari 60 persen kasus COVID-19 di Singapura.

Hingga 9 Desember, pasien COVID-19 yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) berjumlah 23 orang, naik dibandingkan minggu lalu yang berjumlah 9 orang. Jumlah ini merupakan jumlah tertinggi sepanjang tahun ini. Tercatat ada 763 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Kementerian Kesehatan menekankan agar para pelancong melakukan tindakan pencegahan seperti memakai masker di bandara, membeli asuransi perjalanan jika memerlukan perawatan medis di luar negeri, dan menghindari area ramai dan ventilasi buruk.

Selain itu, Singapura kini mengalami peningkatan tidak hanya kasus COVID-19, tetapi juga penyakit pernapasan lainnya. Di poliklinik tercatat pada minggu ke 3-9. pada bulan Desember terdapat 3.590 infeksi saluran pernapasan atas akut per hari, dibandingkan dengan 2.970 per hari pada minggu lalu.

Para dokter menghimbau masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi flu dan suntikan booster untuk melawan COVID-19, terutama jika orang-orang tergolong rentan secara medis, seperti orang lanjut usia atau mereka yang menderita penyakit lain. Kementerian Kesehatan menegaskan, mereka yang mengalami batuk, bersin, hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, atau demam sebaiknya tetap berada di rumah hingga pulih dan menghindari bertemu orang lain.

Leave a Comment