Polisi memburu bandar uang palsu yang menipu warga Gunung Sitoli-Nias.

Nias – Dua warga di Kota Gunung Sitol dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut) menjadi korban peredaran uang palsu. Polisi kini mengejar penjual uang palsu tersebut.
“Masih (akan)” kata Kapolres Nias AKBP Luthfi saat dikonfirmasi, Jumat (1/12/2023).

Menurut Luthf, pihaknya cukup kesulitan mengidentifikasi pelakunya. Sebab, kedua korban tidak mengenali pelaku, melainkan hanya mengenali ciri-ciri dan sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi.

Selain itu, tidak ada pengawasan di lapangan. Meski demikian, Luthfi mengatakan pihaknya terus berupaya memburu para pelaku.
“Masih kami upayakan, kami masih mencari petunjuk dan masih menyelidiki dari mana kami mendapatkan CCTV tersebut, apakah ada kendaraan yang teridentifikasi atau tidak.” dia menjelaskan.

Kepolisian Negara Bagian Pusat juga mengimbau warga untuk berhati-hati saat berhadapan dengan orang asing.
“Kita juga bisa sampaikan kepada warga, kalau mau berbisnis dengan orang asing hati-hati, hati-hati, kalaupun jumlahnya tidak banyak, harus curiga,” ujarnya.

Menurut Luthf, ada dua korban dalam pergerakan uang palsu tersebut. Salah satu korbannya adalah perempuan dalam video viral tersebut, warga Desa Tetehosi Ombolata, Gunungsitol Selatan.

Sedangkan korban kedua berada di Desa Fadoro Lauru, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias. Menurut mereka, yang menyebarkan uang palsu di dua tempat itu adalah orang yang sama.

“Ini terjadi di Gunung Sitol dan Kabupaten Nias. Anggota masih melakukan penyelidikan karena kita menghadapi kendala, mereka tidak mengenal korban, mereka hanya mengetahui ciri-ciri dan kendaraan yang digunakan (pelaku). Kedua korban rupanya menggunakan kendaraan yang sama,” dia menjelaskan.
Menurut Luthf, ada dua kejadian pada Selasa (28 November). Awalnya penulis memulai aktivitasnya di Desa Fadoro Lauru sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, pelaku mendatangi toko korban untuk membeli rokok seharga Rp 10 ribu. Penjahat juga membayar rokok dengan uang palsu sebesar 100.000 rubel. “Tersangka pelaku membayar rokok tersebut dengan uang kertas palsu sebesar 100.000 rubel dan korban mengembalikan 90.000 rubel kepada terduga pelaku,” dia berkata.

Setelah itu, pelaku menukarkan tiga lembar uang palsu senilai 100.000 rubel kepada korban. Pelaku mengaku uang tersebut digunakan untuk kebutuhan kantor kecamatan.

Korban tanpa curiga menukarkan uang tersebut dengan enam lembar uang pecahan Rp 50 ribu. Setelah itu, pelaku meninggalkan toko korban. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku melanjutkan aktivitasnya di salah satu toko setempat di Desa Ombolata, Tetehosi. Penulis membeli durian dan langsung memakannya.

“Tersangka kemudian membayar durian tersebut sebesar Rp15.000 dengan uang kertas palsu Rp100.000. Pelaku kemudian menukarkan uang bulanan Rp100.000 tersebut dengan uang korban sebesar Rp50.000. Tersangka kemudian keluar dari pintu keluar korban,” tutupnya. Sebelumnya diberitakan, video seorang perempuan di Kota Gunung Sitol menangis setelah diduga ditipu uang palsu sebesar R700.000 menjadi viral di media sosial. Video viral yang dilihat DetikSumut diunggah ke akun Facebook. Wanita itu merekam videonya secara langsung.
Dalam video tersebut, perempuan tersebut menangis dan menunjukkan beberapa uang pecahan Rp 100.000 yang diduga palsu di kasir. Ada sekitar tujuh lembar uang senilai Rp 100.000 yang diduga palsu.

Leave a Comment