Penangkapan ahli perampokan di Lampung sempat terhenti akibat tembakan

Polisi menembak mati tiga dari enam pelaku kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Lampung. Mereka mendapat tindakan keras ketika melawan saat ditangkap dengan menembaki polisi. Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap berinisial RP, RK dan YA. Saat ini, polisi masih memburu tiga pelaku lagi yang identitasnya diketahui.

Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan, penembakan terjadi pada Selasa (28/11/2023) di depan lahan sawit PTPN V di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Natari, Lampung Selatan. penanaman “Mereka merupakan komplotan khusus perampok sepeda motor yang beberapa kali beroperasi di Bandar Lampung. – Para pelaku sempat terlibat baku tembak saat harus ditangkap Selasa lalu, sehingga akhirnya ditindak secara tegas dan terukur,” dia. dikatakan . ujarnya, Jumat (1/12/2023).

Menurut Umi, ketiganya saat ini masih mendapat perawatan di RS Bhayangkara Polda Lampung.
“Mereka masih mendapat perawatan di RS Bhayangkara Polda Lampung karena mengalami luka di bagian kaki,” ujarnya.
Umi mengatakan, terakhir kali pelaku melakukan pencurian sepeda motor adalah pada Minggu (26/11/2023). Dalam operasinya, mereka mengambil empat sepeda motor dari salah satu wisma di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.

“Minggu lalu kami mendapat laporan masyarakat tentang hilangnya empat sepeda motor dalam satu hari di sebuah wisma di Kecamatan Sukarame. Berdasarkan laporan dan rekaman CCTV tersebut, kami melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap para pelaku. katanya.

Menurut pengakuan penulis, sepeda motor hasil curian tersebut dijual di wilayah Lampung Tengah.
“Mereka rata-rata berusia 19 tahun dan tamat sekolah. Sepeda motor curian biasanya dijual ke Kabupaten Lampung Tengah,”; dia berkata. Dalam penangkapan tersebut juga disita sejumlah barang bukti antara lain 1 pucuk senjata laras panjang, 1 jaket hitam, 1 jaket coklat, 1 tas warna abu-abu, 2 butir peluru 9 mm, kunci T, 5 kunci T, dan 3 unit sepeda motor.

Satuan Para pelaku didakwa atas perbuatannya berdasarkan pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Leave a Comment