PSSI menghukum tim medis PSMS Medan atas kebakaran melawan Persiraja

Yongky Alexander Ritonga, salah satu tim medis PSMS Medan, mendapat hukuman dari Dewan Disiplin PSSI. Yongky diduga terlibat tawuran dengan petinggi Persiraja Banda Aceh.
danquot;Jenis pelanggaran: berkaitan dengan pejabat Persiraja Aceh sehingga menimbulkan terprovokasi pejabat lain,” seperti yang tertulis di situs PSSI

Peristiwa itu terjadi saat PSMS Medan menyambangi markas Persiraja Banda Aceh pada Sabtu (18/11). Komite Disiplin kemudian menggelar rapat pada Rabu (22/11).
Yongkya terkena skorsing dua pertandingan PSMS Medan. Selain itu, ia didenda Rp37,5 juta atas perbuatannya.

“Penalti: larangan mengikuti permainan selama dua pertandingan; denda Rp 37.500.000.” melanjutkan pengumumannya.

Selain itu, PSMS Medan juga didenda Rp 25 juta. Pasalnya, enam pemain PSMS pada laga melawan Persiraja Banda Aceh mendapat kartu kuning.

Jenis pelanggaran: 6 pemain menerima kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Penalti: Denda sebesar Rp 25.000.000, menurut situs PSSI.

Munadi, Derry Rachman Noor, Ridho Syuhada Putra, Martua Sandeni Sidabutar, Kim Gisu dan Joko Susilo bermain untuk kartu kuning.

FYI, laga Persiraja melawan PSMS tersaji pada Sabtu malam (11/11) di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh. Di menit tambahan, pemain pengganti dan ofisial Persiraja membuat kekacauan di tim medis PSMS.

Kejadian bermula saat tim medis PSMS merawat pemain Ayam Kinantan yang berada di sisi kiri stadion. Setelah tugasnya selesai, tim medis melewati bangku cadangan Persiraja.
Kemudian kebingungan pertama muncul. Para pemain senior dan cadangan bentrok dengan tim medis PSMS. Setelah itu, asisten wasit menghentikan aksinya.

Begitu wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, Wakil Presiden Persiraja Yudi langsung berlari menuju bangku cadangan PSMS. Kerusuhan kembali terjadi, akibatnya pendukung melemparkan botol air mineral ke Rahmad Hidayat Cs.

Suasana terus memanas sehingga para pemain PSMS berlarian ke tengah lapangan. Penonton tak beranjak dari tribun penonton, sehingga tim besutan Miftahudin tak bisa masuk ke ruang ganti.

Namun, beberapa pemain PSMS memutuskan masuk ke ruang ganti meski sempat terlempar dari tribun penonton. Bus mereka yang berada di luar stadion juga diblokir sehingga mereka baru bisa kembali ke hotel sekitar pukul 00:50 WIB dini hari. – Awal mula keributan adalah provokasi fasilitas medis PSMS Medan di bangku cadangan pemain Persiraja. Mereka berdebat, sehingga membuat marah masyarakat,” kata Manajer tim Persiraja Ridha Mafdhul Gidong dalam keterangannya, Minggu (19 November).

Leave a Comment