Satu dari sepuluh penduduk dilaporkan tidak memiliki akta kelahiran, sehingga berdampak pada penduduk

Dikatakan bahwa satu dari sepuluh penduduk tidak memiliki akta kelahiran. Kebanyakan dari mereka adalah pensiunan. Pemerintahan kota tunggal meningkatkan kesadaran warganya terhadap pemanfaatan layanan publik yang tersedia dalam penyelenggaraan pengelolaan kependudukan (Adminduk).

Informasi tersebut berdasarkan data Profil Demografi Kota Solo Tahun 2022 yang disampaikan Yuhanes Pramono, Kepala Dinas Pencatatan Kependudukan dan Kependudukan (Disadmindukcapil) pada Acara Sosialisasi Data Kependudukan dan Profil Agregat di Hotel Amarelo Solo, Kamis. (23.11.2023) sore hari.

Yuhanes menjelaskan, jumlah penduduk Kota Solo sebanyak 579.212 jiwa. Sebanyak 87,34 persen penduduk sudah memiliki akta kelahiran atau 73.353 jiwa belum memiliki akta kelahiran. Kebanyakan sudah tua.
Sedangkan usia 0-18 tahun berjumlah 154.386 orang. Bahkan 99,80 persen penduduknya sudah memiliki akta kelahiran. Sebanyak 317 anak disebutkan telah memiliki akta kelahiran. “Kami menduga kelompok usia dewasa atau lanjut usia pada saat itu belum mendapatkan pelayanan sebaik sekarang. – Di usia yang lebih tua, Anda juga merasa sudah tua dan tidak memerlukan akta kelahiran,” jelasnya kepada Solopose. . .com setelah perusahaan.

Menurut dia, anak usia 0-18 tahun tanpa akta kelahiran diduga tinggal di alamat rumah di Kota Solo.
Akta kelahiran merupakan hak setiap warga negara. Inovasi Disadmindukcap Kota Solo adalah pelayanan penatalaksanaan kependudukan pasca kelahiran anak di 22 Puskesmas Kota Solo. “Semua pelayanan publik dimulai dari akta kelahiran. Kita tingkatkan kesadaran masyarakat dengan mencoba memberikan pendekatan berbasis pelayanan kepada masyarakat. Warga mau datang ke layanan pengambilan bola. Lumayan kalau tahun 2021 kita ada sekitar 40.000 orang. mengurus akta kelahiran, “Kalau tidak ambil bola, yang datang hanya satu atau dua orang,” jelasnya. Menurutnya, akta kelahiran penting bagi anak sebagai salah satu prasyarat bersekolah. Sementara itu, para lansia memerlukan akta kelahiran untuk berbagai layanan, termasuk ibadah haji yang memerlukan paspor. Salah satu syarat untuk mendapatkan paspor adalah menunjukkan akta kelahiran asli.

Yuhanes menjelaskan, sosialisasi profil kependudukan dan data umum ini merupakan yang pertama kali dimiliki Pemkot Solo. Agenda ini akan menjadi agenda tahunan agar Pemkot Solo bisa mendapat masukan dari masyarakat. Hingga saat ini Pemkot Solo hanya menerbitkan buku profil dan agregat penduduk. Pemerintah kota tunggal mendorong semua pihak yang berkepentingan untuk meningkatkan kesadaran akan data kependudukan dan layanan pengelolaan kependudukan.

Sosialisasi profil kependudukan dan data agregat mengundang sejumlah pihak yang berkepentingan antara lain Organisasi Perangkat Daerah Kota Solo, Badan Pusat Statistik Kota Solo, Solopos Media Group, LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) dan D4 . Demografi dan Daftar Keluarga Civitas Akademika SV UNS.
Sekretaris Daerah Tunggal Ahyani mengatakan, program pembangunan ditujukan untuk masyarakat. Informasi kependudukan merupakan landasan yang sangat penting bagi kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan program pembangunan.

Leave a Comment