Usaha asuransi jiwa bakal Naik Daun di Tahun 2023


Bisnis asuransi pertanggungan di global diperkirakan akan tumbuh pesat pada tahun 2023. Sebabnya, masyarakat global mulai menyadari betapa pentingnya proteksi kesehatan serta juga antisipasi terhadap penyakit kritis.

“bisnis iuran pertanggungan jiwa akan booming di tahun depan secara dunia. Akan sangat banyak orang yang membeli iuran pertanggungan kesehatan serta penyakit kritis. Ini mengemuka dalam sebuah event global belum lama ini yg saya ikuti m,” celoteh country chair mdrt indonesia 2021-2023, dedy setio di sela peluncuran kitab jejak langkah para pemenang – perpaduan kisah sukses 50 agen premi jiwa di jakarta, dikutip sabtu (lima/11/2022).
Dedy menjelaskan, pencerahan akan pentingnya memiliki polis premi kesehatan langsung dan penyakit kritis meningkat selesainya belajar asal pandemi covid-19.

“ketika ini poli orang terlena memakai iuran pertanggungan kesehatan dari perusahaan.Tetapi itu hanya 1 sampai 2 tahun saja proteksinya. Sementara iuran pertanggungan spesifik penyakit kritis atau asuransi eksklusif, itu diproteksi memakai limit sampai ratusam juta. Ini yang mulai disadari di luar negeri. Kita berharap potensi positif ini juga akan terjadi di indonesia. Tinggal kita mau ambil peluangnya atau bukan,” jelasnya.

Potensi pertumbuhan bisnis premi jiwa ini tentunya dibutuhkan sejalan dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan yang dicanangkan otoritas jasa keuangan (ojk) sudah mengalami pertumbuhan yang relatif pesat.

Sebabnya, dari sektor iuran pertanggungan, produk-produk premi jiwa masih sangat minim pada masyarakat. Terlihat dari jumlah polis individu yg baru mencapai 7 persen asal total jumlah penduduk indonesia. Lantas bagaimana supaya penetrasi asuransi jiwa lebih besar lagi?
Agen iuran pertanggungan

Miliana marten, mantan country chair mdrt indonesia pada kesempatan yang sama-sama berbicara keliru satu solusi dalam mendorong peningkatan penetrasi asuransi jiwa, yakni perbanyak agen premi jiwa yang kompeten pada pertunjukan produk premi jiwa di rakyat.

“produk premi jiwa itu tidak terlihat, maka perlu poli agen yg datang menemui masyarakat buat mengungkapkan kegunannya serta menyampaikan premi produk. Tentunya agen yg kompeten, profesional, sehingga mampu diterima nasabah,” celoteh miliana.
Miliana menyebutkan, sampai saat ini memang banyak yang daftar menjadi agen iuran pertanggungan. Tetapi, sebesar 80% para agen masih berpengaruh menghasilkan profesi agen premi sebagai pekerjaan paruh waktu.

“ini jadi concern kami. Jika mereka akhirnya belum bisa berhasil. Maka inilah yang menjadi alasan kami luncurkam buku jejak langkah para pemenang ini,” pungkas miliana, yang juga bersama dedy setio termasuk pada 50 narasumber yg mengembangkan kisah sukses menjadi agen iuran pertanggungan jiwa pada buku tadi.

Didasari oleh cita-cita yang kuat berasal dari 50 agen asuransi jiwa yang sukses ini, mereka pun secara sukarela menciptakan kisah sukses hingga biaya penulisan serta penerbitan kitab .

“sebab kami ingin para agen iuran pertanggungan jiwa yg baru bergabung bisa mengikuti jalan kesuksesan berasal dari pendahulu yang sudah sukses. Ini tujuannya buat memajukan industri asuransi jiwa terutama dalam peningkatan jumlah agen asuransi yg akan berimbas pada peningkatan masyarakat indonesia yg memiliki polis iuran pertanggungan jiwa.

“mengingat asal data yang ada baru lebih kurang 7% masyarakat indonesia yang mempunyai polis premi jiwa dari total jumlah penduduk indonesia,” tutur miliana.

Sementara dedy menambahkan, jumlah agen asuransi jiwa yang masuk pada kategori sukses serta berstandar internasional (mdrt) masih sangat minim. Asal total 500 ribu lebih agen yg tersertifikasi aaji, yang masuk mdrt indonesia baru dua.600 agen.

“itu berarti baru 0,4% dari total agen premi jiwa, dan penayangan terkecil di global. Rata-rata agen mdrt di banyak negara itu 1-3% berasal dari total agen. Nah, ini yang menjadi latar belakang kami menghasilkan buku ini agar para agen dan warga bisa melihat peluang di bisnis premi. Asal menjual produk, agen menerima insentif dari perusahaan, namun mampu membantu masa depan orang lain, ke 2 komisi dan insentif buat kesejahteraannya dan keluarga,” celoteh dedy.

Penyusunan kitab
Adapun penyusunan kitab jejak langkah para pemenang ini melibatkan para agen asuransi jiwa asal 12 perusahaan premi yang sudah mencapai kualifikasi mdrt (meja raund juta dolar), baku internasional untuk agen iuran pertanggungan jiwa. Kisah suksesnya di industri ini dibutuhkan mampu menjadi panutan bagi agen iuran pertanggungan lain sehingga bisa memajukan industri iuran pertanggungan jiwa.

“Bagaimana perjuangannya mereka dalam menjalani usaha ini adalah menghadapi perlawanan hari demi hari, pandangan yg membatasi terhadap profesi ini sampai dijauhi oleh keluarga dan pasangannya. Semua fase itu telah mereka lewati dengan gemilang serta mereka berhasil menjaga kepercayaan para nasabahnya dengan konsisten serta persistensinya pada bisnis ini,” jelas miliana.

“maka jejak langkah para agen mdrt yang dikisahkan dalam kitab ini sebagai wangsit buat bisa ditiru serta diaplikasikan pada kehidupan kita baik di usaha premi pula kehidupan sehari-hari karena mindset mereka akan mampu sebuah kesuksesan itu sangat konkret termasuk nilai yang mereka terapkan pada membantu sesama pula goal-goal mereka yg dilandasi sebagai buat membahagiakan orang-orang yg dicintainya,” lanjut beliau..

Hadir jua pada peluncuran kitab jejak langkah para pemenang ini manajemen manajemen asal 12 perusahaan asuransi jiwa, yakni sunlife indonesia, allianz life indonesia, tokio marine life insurance, fwd insurance, sequis life, manulife indonesia, equity life, aia financial, zurich topas life, prudential, panin dai-ichi life, dan generali indonesia.

Mewakili pihak manajemen perusahaan yg hadir pada kesempatan peluncuran kitab tadi, eva berasal fwd berkata, manajemen perusahaan asuransi pertanggungan jiwa sangat berterima kasih dengan menerbitkan kitab jejak langkah para pemenang. “kami pasti menyambut dengan gembira. Buku ini adalah 50 kekuatan yang wajib segera diangkat, disebarluaskan. Sebab para agen akan menerima bimbingan dari buku ini,” pungkas eva.

 

Leave a Comment