Tips/ Skema Rangkaian Tone Control Pasif dan Aktif dengan Kontrol Middle

Rangkaian Tone Control (TC) merupakan sirkuit elektronika yang berberperan untuk mengatur frekuensi nada yang akan diumpan ke rangkaian amplifier. Sirkuit ini terdiri dari kombinasi komponen Resistor dan Kapasitor yang memiliki sifat Reaktansi.

Pada dasarnya, Setiap orang memiliki kecenderungan untuk menyukai frekuensi nada  yang berbeda. Ada orang yang menyukai frekuensi nada yang rendah (bass), dan ada pula yang menyukai frekuensi nada yang tinggi (treble).

Ditambah lagi, respon frekuensi pada manusia berkurang seiring bertambahnya usia. Faktor lain seperti kondisi ruangan yang tertutup atau terbuka juga mempengaruhi kualitas suara yang sampai di telinga kita. 

Tone Control Kit

Tone control memungkinkan Anda untuk mengatur frekuensi nada sesuai keinginan. Memanfaatkan sifat Resistor dan Kapasitor yang memiliki Reaktansi Kapasitif, yaitu hambatan yang nilainya relatif tergantung frekuensi sinyal yang diberikan. 

Nada yang biasanya diatur pada rangkaian tone control ada 3 diantaranya:

  • Volume, yaitu mengatur besar kecilnya  amplitudo dari sinyal input keseluruhan.
  • Bass, yaitu mengatur nada rendah dari audio pada rentang frekuensi antara  20Hz hingga 500Hz.
  • Treble, yaitu mengatur nada tinggi dari audio pada rentang frekuensi diatas 10KHz hingga 20KHz.
  • Midle, yaitu pengatur nada menengah pada rentang frekuensi antara 1KHz hingga 5KHz.
  • Balance, yaitu mengatur keseimbangan  nada pada R (Right) dan L (Left).
  • Echo, megatur efek gema pada nada input.

Tone control dapat dibuat menggunakan  dua macam  Rangkaian. Ada tone control passif dan tone control Aktif.

Tone Control Pasif merupakan sirkuit yang terdiri dari komponen pasif seperti Resistor dan kapasitor. Karena komponen ini tidak memiliki sifat penguatan (amplifier) maka amplitudo dari sinyal output  tidak akan lebih besar dari sinyal input. 

Tone Control Aktif merupakan sirkuit yang terdiri dari komponen pasif dan Aktif. Komponen Aktif diantaranya merupakan Transistor dan Integrated Circuit (IC).  Komponen ini memiliki sifat penguatan sehingga sinyal input yang telah diatur nadanya bisa dikuatkan beberapa kali sebelum diumpankan ke rangkaian power amplifier.

Skematik Rangkaian

Dibawah ini merupakan skema rangkaian tone control dengan Kontrol Volume, Bass, Middle dan Treble. Sederhana:

1. Tone Control Pasif

Skema Rangkaian Tone Control Pasif dan Aktif dengan Kontrol Middle sederhana


2. Tone Control Aktif menggunakan Transistor

Skema Rangkaian Tone Control Pasif dan Aktif dengan Kontrol Middle sederhana

3. Tone Control Aktif menggunakan IC

Skema Rangkaian Tone Control Pasif dan Aktif dengan Kontrol Middle

Leave a Comment