Pengertian Listrik, Sejarah dan Perkembangannya

Apa yang anda Pikirkan ketika pertama kali mendengar kata �listrik� ? Mungkin yang terbayang di pikiran kita atau orang awam pada umumnya adalah tiang listrik di jalan atau bola lampu yang menyala. Mengapa demikan ? Karena Dari dulu kita mendengar atau diajarkan bahwa Tiang listrik itu mengalir listrik pada kabelnya, atau bola lampu yang menyala karena dialiri listrik. Mungkin jika orang awam ditanya mengapa bola lampu bisa menyala ? Mereka umumnya menjawab karena Saklarnya ditekan atau karena �dicolok� ke stop kontak. Jawaban tersebut ada benarnya, tapi secara prinsip mengapa bola lampu itu bisa menyala ? mengapa listrik bisa menyalakan bola lampu tersebut ? Apasih pengertian listrik itu ? Mengapa listrik begitu penting di kehidupan modern ini ?

pengertian listrik, sejarah dan perkembangannya


Jika kita kembali ke masa lalu, disaat sebelum Bola lampu �disempurnakan� oleh Thomas Alfa Edison, Kebutuhan penerangan masih mengandalkan lampu minyak ataun lilin. Di Indonesia mungkin orang tua kita dulu menggunakan obor bambu atau buah jarak yang ditumbuk bersama kapas lalu dibuat menjadi semacam lilin. Pada jaman dulu juga sangat sulit untuk berkomunikasi, paling banter hanya melalui surat. Setelah listrik dan elektronika berkembang pesat, generasi �jaman now� sudah dimanja dengan segala kemudahan. Alat alat jaman modern dihidupkan menggunakan arus listrik, baik dari jala jala PLN maupun dari baterai. Jika terjadi pemadaman listrik banyak orang yang jadi galau, karena terganggu kebutuhan, penerangan, informasi dan komunikasinya. Maka Apakah kita bisa menyimpulkan bahwa listrik adalah �item wajib � di masa kini ?

Awal Perkembangan Listrik

Sejarah penemuan listrik sendiri dimulai oleh seorang filsuf yunani kuno bernama Thales Militus pada kisaran tahun 626 SM. Thales Militus mempelajari fenomena Batu ambar yang dapat menarik benda lain.  Batu ambar dalam bahasa yunani adalah electron, maka Thales menamakannya fenomena Electron. Kelak, pada tahun 1895, Seorang fisikawan dari Inggris bernama Joseph John Thomson menamakan partikel bermuatan negatif temuannya dengan nama Electron.

Thales militus pelopor listrik
Thales Militus

Sebagian orang berpendapat Thales Militus hanyalah membuat pemikiran awal saja,dengan mengamati fenomena  batu ambar yang terjadi. Sekarang orang mengenal ilmuan yang betul-betul mempelajari dan menekuni fenomena kelistrikan ini adalah Michael Faraday, Ilmuan kelahiran Inggris pada 22 september 1791. Michael faraday yang  dijuluki �bapak listrik� adalah orang mengembangkan motor listrik. Dia mempelajari temuan Hans Cristian Oersted tentang jarum kompas yang berubah arah jika didekatkan pada sebuah kawat yang diberi beda potensial.

Michael faraday pelopor listrik
Michael Faraday

Pada tahun 1831 Faraday mendapati bahwa apabila magnet dilewati potongan kawat, maka aliran listrik masuk ke kawat, yang kemudian magnet nya berjalan. Kondisi tersebut dinamai Pengaruh elektromagnetik. temuannya ini diberi nama �Hukum Faraday�.


Beralih dari fenomena elektromagnetik, disaat orang meyakini listrik itu ada, namun belum bisa dipastikan mengapa sebuah benda dialiri oleh listrik. Pertanyaan ini kelak akan terjawab dengan berkembangnya teori atom yang dikembangkan oleh Jhon Dalton (1805), JJ Thompson (1895), Ernerst Rutherford (1913) dan Niels Bohr (1915). Mereka telah mengungkap bahwa sebenarnya semua materi di alam semesta ini baik yang bentuknya padat, Cair maupun gas sebenarnya terdiri berbagi substansi yang membentuk materi itu secara fisik. Subtansi dasar yang disebut itu adalah Atom.

Teori model atom
Teori model atom
Pengertian Listrik

Pengertian listrik jika dilihat dari Kamus Besar bahasa Indonesia adalah : �daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia, dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin�

Pengertian dari KBBI diatas adalah bersifat umum, maka secara Khusus jika dilihat dari ilmu fisika maka Pengertian listrik adalah : �Fenomena Fisika yang terjadi karena adanya 2 muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negativ�.

Di dalam semuah materi terdapat atom atom yang menyusunnya. Hakekatnya atom pada sebuah materi adalah netral, artinya jumlah Proton dan Elektronnya tetap. Namun, elektron yang mengelilingi inti atom mudah lepas jika terdapat pada kulit atau orbit terluar. Lepasnya elektron dari orbitnya terjadi karena pengaruh dari luar, misalkan karena panas, cahaya atau karena adanya beda potensial. Elektron yang lepas ini disebut elektron Valensi . Elektron yang bergerak meninggalkan orbitnya seakan akan meninggalkan sebuah lubang (hole) yang bermuatan positif. Hole inilah yang kelak disebut Arus Listrik.



sebuah benda akan dikatakan memiliki energi listrik apabila suatu benda itu mempunyai perbedaan jumlah muatan .sedangkan muatan yang dapat berpindah adalah muatan negatif dari sebuah benda,berpindahnya muatan negatif ini disebabkan oleh bermacam gaya atau energi, misal energi gerak,energi  panas dsb.perpindahan muatan negatif  inilah yang disebut dengan energi listrik.karena suatu benda akan senantiasa mempertahankan keadaan netral atau seimbang antara muatan positif dan muatan negative. Sehingga apabila jumlah muatan positif lebih besar dari muatan negative, maka benda tersebut mencari muatan negative untuk mencapai keadaan seimbang. 

Tegangan, Arus dan Hambatan

Dalam mempelajari listrik, kita akan sering mendengar Istilah tegangan, Arus dan hambatan. Hubungan antara tegangan, Arus dan hambatan pertama kali ditemukan oleh Ilmuan asal jerman bernama George Simon Ohm pad tahun 1827. Hukum ohm berbunyi :

�Besarnya kuat arus yang mengalir pada sebuah penghantar berbanding lurus dengan beda potensial antara ujung ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatan pada penghantar�.

Dari hukum Ohm diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Arus listrik yang mengalir pada sebuah penghantar akan bertambah bila beda potensial (tegangan) nya dibesarkan, sebaliknya arus listrik yang mengalir akan berkurang justru apabila hambatannya yang dibesarkan.

Perumpamaan hukum ohm pada kehidupa sehari hari ibaratnya sebuah tangki air dan kerannya. Air di dalam tangki itu ibaratnya beda potensialnya,semakin tinggi jarak antara permukaan air dan keran maka Airnya akan semakin deras. Air itulah arus listriknya. Namun air yang akan mengalir akan berkurang jika hambatannya yaitu teran semakin ditutup atau hambatannya semakin besar. Nah apa yang terjadi  jika Keran air semakin dibuka dan tinggi permukaan air semakin besar ?
Dari hukum ohm itu turunlah rumus :

V= I*R
I= V/R
R= V/I

Dimana :

V = Beda potensial (Volt)
I = Arus listrik (Ampere)
R = Hambatan (Ohm)

Hukum Ohm inilah yang menjadi acuan engineer Elektro dalam teori maupun praktek, karena apapun kondisinya jika menghitung arus listrik tidak aakan keluar dari rumus ini. Dari rumus ini juga turun rumus daya listrik. Daya lstrik sendiri adalah energy yang ditimbulkan oleh perkalian tegangan dan arus listrik. Pada alat listrik rumah tangga biasanya tercantum konsumsi daya dalam satuan watt. Dimana semakin besar dayanya maka konsumsi arus listrik juga akan semakin besar pula.

Nah, itulah tadi yang dapat saya sampaikan mengenai pengertian listrik, mulai dari sejarah awal perkembangannya , pengertiannya sampai hukum ohm. Sekian dari saya, share artikel ini jika bermanfaat namun jangan lupa mencatumkan sumbernya.Salam

Leave a Comment