Mengenal Elektronika ( Pengertian Elektronika dan Perkembangannya)



Bicara mengenai pengertian elektronika, apa sih yang ada dalam pikiran orang awam ketika mendengar kata � elektronika� ? Mungkin dalam pikiran mereka adalah alat alat elektronik seperti Televisi, kipas angin, kulkas, mesin cuci, setrika dan banyak lagi semacamnya. Ya memang benar, bahwa Televisi, kipas angin, kulkas, mesin cuci dan setrika itu adalah produk yang menggunakan rangkaian elektronika,atau dijalankan dengan sistem elektronika, tapi apakah elektronika hanya membahas atau mempelajari hal semacam itu?



Pikiran Orang awam  mungkin saja dipengaruhi oleh istilah umum yang digunakan untuk menyebut semua alat tadi. Orang awam menyimpulkan Televisi, kipas angin, kulkas, mesin cuci dengan sebutan  barang elektronik. Yang menjadi kegundahan engineer elektronika termasuk saya adalah banyak orang menganggap bahwa jurusan keilmuan elektronika hanya mempelajari tentang barang elektronik semata, seperti perawatan, servis menservis, solder menyolder maupun perakitan. 

Padahal sebenarnya itu hanya sebagian kecil dari pemahamannya. Servis menservis, solder menyolder atau merakit hanyalah beberapa bab dalam ratusan bab di elektronika. Keilmuan elektronika mencakup hal yang lebih luas lagi.
Jika kita mencari pengertian Elektronika di mesin pencari google  misal di wikipedia, maka kita akan menemukan  pengertian seperti ini :

� Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah, yang dioprasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik ke dalam suatu alat seperti computer, microcontroller, semikonduktor maupun termokopel.�

Secara khusus pengertian elektronika seperti diatas adalah benar, namun jika orang awam mendengarnya  tetap saja mereka menjudge bahwa engineer elektronika hanyalah orang orang yang menservis atau menyolder barang elektronik. 

Padahal sebenarnya telah di ketahui bahwa itu hanyalah  sebagian kecil dari pemahamannya, itu hanyalah beberapa bab dalam ratusan bab dalam  elektronika. Keasikan sebenarnya yang dapat kita temukan di elektronika adalah �bahasa alam yang tak terbatas dan seni memahami benda�. Tentunya dengan mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik tadi.


Setiap benda tersusun dari atom-atom

Elektronika sendiri merupakan cabang dari ilmu elektro. Pengertian elektro sendiri adalah ilmu yang mempelajari sifat sifat elektron atau fenomena kelistrikan. Sedangkan elektro sendiri adalah cabang dari ilmu fisika, yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang materi dan energi, baik itu fenomena maupun perilaku dari materi atau energy itu sendiri. 

Banyak ilmuan mengatakan bahwa fisika merupakan ilmu yang fundamental, atau menjadi dasar bagi cabang cabang ilmu yang lain. Kalau begitu apakah kita bisa menarik kesimpulan bahwa keilmuan elektronika adalah cabang ilmu terpenting di masa depan, karena merupakan cabang dari ilmu yang fundamental ?

Sejarah perkembangan elektronika di dunia sebenarnya sudah berkembang pesat dari tahun 1900an, namun elektronika berkembang pesat  sejak ditemukannya komponen elektronika yaitu transistor oleh William Shockley pada tahun 1947.  

Transistor sendiri adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penguat dan saklar yang diaktifkan secara elektronik, bukan secara mekanik. Sebelumnya, engineer elektronika menggunakan Tabung vacuum untuk membuat rangkaian elektronik,Namun setelah transistor ditemukan tabung vacuum sudah jarang digunakan karena ukurannya yang besar dan dispasi daya yang besar pula, berbeda dengan transistor yang dengan kehandalannya yakni ukuran yang jauh lebih kecil namun kemampuan daya yang lebih besar.

Transistor Modern


Setelah ditemukannya transistor, dunia elektronika dibuat lebih  semangat dengan dikembangkannya Integrated Circuit (IC) atau sirkuit terpadu, yakni kumpulan komponen elektronika yang dikemas dalam satu kemasan kecil. 

Satu IC bisa saja terdiri dari Puluhan bahkan ratusanTransistor di dalamnya. Berkembang lebih jauh lagi, Teknologi IC menjadi dasar lahirnya Mikroprosesor. Di dalam mikroprosesor modern, terdapat ratusan ribu bahkan jutaan transistor didalamnya. Wah, masa depan engineer elektronika semakin jelas terlihat!

Di saat Ilmuan sedang gencar mencari sumber energi terbarukan menggantikan sumber energy fosil yang terbatas, para ilmuan elektronika justru mengembangkan device yang mempunyai konsumsi daya yang kecil namun dengan fungsi dan kehandalan yang luar biasa. Pada tahun 1980an, 3 orang professor asal jepang yakni Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura menemukan teknologi penerangan masa depan, yakni Light emitting Diode (LED). 

Lampu LED sendiri di zaman modern sudah lumrah digunakan karena sifatnya yang hemat energy. Sebagai penghargaan atas jasa mereka, pada tahun 2014 mereka dianugrahi Nobel fisika. 

Penemuan mereka kemudian dikembangkan oleh Putera Asli Indonesia, Nelson Tansu yang sekarang menjadi Profesor di Lehigh University Amerika Serikat. Profesor Nelson mengembangkan bahan semikonduktor baru untuk LED sehingga konsumsi energinya lebih kecil namun dengan intensitas cahaya yang sama. Kabarnya Profesor Nelson Tansu sudah memiliki 12 hak paten, Luar biasa !

Cabang ilmu Elektronika memiliki beberapa konsentrasi, diantaranya adalah :

1. Elektronika Audio Video, menacakup teknologi pengolahan sinyal elektronik yang akan       dikonversi menjadi Gambar dan suara. Televisi dan radio merupakan bagian dari cabang ilmu ini,

2. Elektronika Industri, yaitu teknologi yang mencakup penerapan elektronika dalam industry maupun pengendalian instrumentasi.

3. Elektronika Telekomunikasi,  mencakup teknologi elektronika untuk keperluan telekomunikasi, baik secara kabel maupun tanpa kabel alias Wireless

4. Elektronika Digital, mencakup pemrosesan sinyal digital atau konversi sinyal analog menjadi sinyal diskrit (0 dan 1). Pengolahan sinyal digital ini menggunakan rangkaian logika maupun dengan bahasa pemograman pada mikrokontroller

5.  Elektronika Daya, mencakup teknologi elektronika Arus kuat. Mempelajari tentang transmisi energy listrik dalam komponen elektronika daya besar.

Dalam Aplikasinya, masyarakat penggemar elektronika biasanya sangat kreatif  membuat alat elektronika bahkan dari barang sekitar lingkungan. Misal saja Amplifier mini, lampu Joule Thief (lampu yang dapat menyala tahan lama) maupun lampu hiasan bahkan running teks pada toko toko. Ada juga yang berpikir terlalu jauh yakni membuat alat Free energy. 

Free energy adalah alat yang dapat dioprasikan tanpa sumber energy. Caranya dengan membuat feedback atau umpan balik antara keluaran (biasanya motor listrik) ke generator listrik. Dari generator listrik kemudian mensuplay motor listrik itu sendiri, sehingga energinya tak pernah habis. 

Tentunya ini melawan hukum kekekalan energi, dimana energy tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan , namun hanya bisa berubah bentuk. Wah pembahasannya semakin jauh saja:v

Yah, begitulah elektronika. Bukan sekedar urusan solder menyoleder atau servis menservis perangkat elektronik, namun lebih dalam lagi elektronika adalah bahasa alam yang tak terbatas dan seni memahami benda, dengan cara mengontrol aliran elektrron atau partikel bermuatan listrik. 

Keilmuan Elektronika zaman modern mencakup kebutuhan primer manusia, mengenai informasi, hiburan, pendidikan maupun penerangan. Komputer yang kita gunakan, Smartphone yang kita bawa kemana  mana, Lampu yang menyala terang diatas kepala kita, Sistem kelistrikan pada kendaraan kita, bahkan satelit yang mengelilingi angkasa dibangun dari rangkaian  elektronika.

Tak salah jika Cabang ilmu yang paling berkembang dan menguasai  dunia ini adalah 2, yaitu Elektronika dan IT. Sekian dari saya, Salam Elektronika Indonesia!

Leave a Comment